Mitos Spesialis Runner-Up
Hey Timnas Indonesia U-23...
Terima kasih sudah memberikan
kebahagiaan buat kami para Supporter. Karena sudah berhasil mengalahkan
Malaysia dan melaju ke babak final. Dan telah membangkitkan kembali kepercayaan
kami para Supporter bahwa kita bisa jadi juara. Terlebih musuh yang KITA hadapi
pada saat semifinal adalah malaysia. Yang akhir-akir ini menjadi momok
menakutkan bagi kami para Suppoerter Timnas.
Saya pribadi sebagai supporter
Indonesia merasakan betapa menyakitkannya menyaksikan langsung pengalingan
Medali Juara kepada Malaysia setelah menang Agregat di Final piala AFF 2010 di
StadioN gelora Bung Karno.
Kemudian menyaksikan langsung
juga Pengalungan medali Juara kepada Malaysia setelah mengalahkan KITA dalam
adu Finalti dalam Sea Games 2011 yang lagi-lagi di Gelora Bung Karno. Betapa
menyedihkannya saat itu.
Apalagi kedua saat itu AFF 2010
dan Sea Games 2011, sebagai supporter banyak sekali perjuangannnya untuk bisa
menyaksikan langsung di Stadion GBK.
Pada Piala AFF 2010 saya satu antrian
dengan korban meninggal pada saat berhari-hari mengantri untuk membeli tiket
Final di GBK. Saat itu Indonesia bisa menang menghadapi Malaysia, tapi kalah
dalam agregat Gol. Sungguh menyakitkan menyaksikan Malaysia dikalungi medali
Juara di GBK.
Pada Sea Games 2011 saya sudah meng-antisipasi malasah pembelian tiket
agar tidak sampai mengantri berhari-hari. Saya membelinya sejak penjualan tiket
dibuka. Tapi, itu rupanya masih belum menyelesaikan masalah. Karena antusias
Supporter saat itu sangat tinggi dan semua orang ingin menonton langsung di
GBK, baik yang bertiket maupun yang kehabisan tiket semua berlomba-lomba ingin
menonton langsung didalam GBK.
Alhasil, Antusias Supporter yang sangat tinggi versus penjagaan Pintu
masuk GBK yang minim dan lamban, Jebolah pagar masuk kedalam GBK. Penonton
bertiket dan tidak bertiket bisa masuk ke dalam Stadion. Sia-sialah tiket yang
saya beli. Saya juga terpisah dari teman-teman saya, dan baru bertemu kembali
dengan rombongan saat dirumah. Lagi-lagi saya satu barisan dengan korban
meninggal saat itu. Indonesia kalah di final lewat adu Finalti dari Malaysia,
itu yang lebih menyakitkan.
Ada satu lagi moment, tapi kali ini saya hanya bisa menyaksikan di TV
karena pertandingan diselenggarakan di Myanmar, Piala AFF U-16. Indonesia yang
berhasil mengalahkan unggulan pertama Australia disemifinal melaju ke Final,
bertemu Malaysia. Indonesia sempat unggul 1-0 sampai akhirnya dimenit-menit
akhir 90 menit disamakan oleh Malaysia menjadi 1-1. Pertandingan kemudian
dilanjutkan kebabak tambahan dan adu Finalti. Lagi lagi indonesia kalah dari
Malaysia lewat adu finalti. Menyakitkan lagi.
Sejak saat itu, munculah mitos bahwa Indonesia selalu kalah dari
Malaysia dan Mitos bahwa Indonesia adalah spesialist Runner-Up.
Mitos-mitos tersebut mulai terpatahkan.
Spesialist Runner-Up dipatahkan bukan dari ketiga kelompok umur
diatas, tapi oleh Timna U-19.
Pahlawan-pahlawan baru Indonesia. Mereka berhasil mengalahkan Vietnam
di Final Piala AFF dan mengangkat Trofi Juara. Mitos Spesialist Runner-Up
terpatahkan oleh Ravi
Murdianto, Putu Gede Juni, M Sahrul, Hansamu Yama, Fatchurohman, Evan Dimas, M
Hargianto, Zulfiandi, Dinan Yahdian, Muchlis Hadi Ning, Ilham Udin dan
kawan-kawan dan Team Pelatih Indra Syafri.
Spesialist Runner-Up
terpatahkan.
Bahkan lebih bagusnya lagi
Timnas U-19 berhasil melaju ke Putaran Final Piala Asia setelah mengalahkan
Juara Bertahan Korea Selatan.
Membanggakan!!!
Mitos selalu kalah dari
Malaysia terpatahkan.
Sebenarnya pada saat penyisihan grup di Piala AFF Indonesia bisa
menang telak atas Malaysia 5-1.
Dengan perjalananya
masing-masing Indonesia bertemu kembali dengan Malaysia dipartai Final yang
tentukan dengan Home away. Saat away Indonesia kalah 3-0 dan pada saat
bertanding di home Indonesia hanya mampu membalas 2-1. Indonesia kalah Agregat harus
menyerahkan trofi juara kepada Malaysia. Setelah itu munculah mitos jika
berhadapan dengan dengan Malaysia, Indonesia selalu kalah, bahkan diberbagai
kelompok umur. U23 kalah di Sea Gamen 2011 lewat adu finalti, Timnas Senior
dalam AFF 2012 kalah 0-2, Timnas U-16 kalah dalam adu finalti 2013. Sejak saat
itu mitos selalu kalah dari Malaysia mencuat. Tetapi itu baru saja dipatahkan
oleh pahlawan-pahlawan kita kemarin malam, Indonesia menang dalam semifinal
melawan Malaysia dalam adu finalti. Yang sebagian orang menyebutkan bahwa itu
adalah balas dendam yang manis atas final Sea Games 2011.
Selain
mitos-mitos tersebut diatas, ada satu lagi mitos yang harus dipatahkan juga
yaitu “Indonesia jago kandang”. Dan kesempatan untuk mematahkah mitos tersebut
adalah sabtu malam besok. Saat KITA bertanding di final melawan Thailand di Myanmar.
Tunjukan pada
kami bahwa semua tersebut diatas hanya sebuah MITOS. Jadilah juara di Myanmar.
Berjuanglah Andritany,
Kurnia Mega, Diego Michiels, Ronny Beropray, Andri Ibo, Mokhamad Syaifudin,
Manahati Lestusen, Alfin Tuasalamony, Nelson Alom, Dedi Kusnandar, Ramdani
Lestaluhu, Egi Melgiansah, Yohanes Pahabol, Syahrizal, Andik Vermansyah, Fandi
Eko Utomo, Bayu Garta, Dendi Santoso, Yandi Sofyan Munawar dan Team Pelatih
Rahmad Darmawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar