Jam menunjukan pukul 12.20, masih waktu istirahat. aku sruput kopi yang ku pesan dari tukang kopi dipinggir jalan.
Handpone ku berbunyi, tanda ada pesan yang masuk. Sayangnya setelah pesan itu aku cek hanya pesan brodcast dari pemilik toko online. Aku endchat pesan tersebut tanpa membacanya.
Setelah pegang hape, gemes rasanya kalau tidak buka yang lainnya di hape, entah itu sosmed ataupun portal berita.
Cursor hape kemudian kuarahkan ke aplikasi situs berita. Penasaran dengan apa yang terjadi dengan perkembangan ketegangan Indonesia Australia di akhir-akhir ini yg dibumbui dengan perang cybernya.
Disela-sela berita itu ada berita yang berjudul mengenai wanita muda yg akan jadi bos di BUMN.
Tapi saat itu berita tersebut masih kalah menarik buatku dari pada berita "heboh" Indonesia vs Australia dan tentang keberhasilan pengusaha muda mengakuisisi klub bola Eropa, Intermilan.
Waktu berjalan normal seperti biasa, sampai saat setelah pulang kerja. Rasa penasaran akan berita mengenai wanita muda bos muda BUMN muncul, siapa sih dia?
Aku coba cari lagi di portal berita yang aku baca tadi siang, tapi karena situs tersebut cukup terkenal dan banyak berita yg dimuat, berita siang pun sudah tenggelam dibawah. Ribet pikirku jika harus mencari perkategori berita. Dan googling pun pilihan yang tepat.
Okee...berita yang tadi siang ketemu, Judulnya “ Mengenal Laylli Prihatiningtyas, Wanita Muda 28 tahun calon Bos BUMN” yang dimuat di situs detik.com.
Aku baca artikel itu, cermati dalam-dalam dari awal sampai akhir. Aku merinding membaca artikel tersebut. Aku merasa sosok pada artikel ini sangat familiar dan dekat sekali denganku.
Aku buka laptopku, cursor kuarahkan ke folder novel, dimana didalamnya banyak folder dan salah satu folder tersebut berjudul perempuanku.
Memang didalam folder perempuanku ini baru ada 2 file, satu berjudul kerangka dan satunya berjudul karakter tokoh. Tapi ini sudah kubuat sekitar 2 tahunan yang lalu.
Aku buka file word yg berjudul karakter tokoh, aku perhatikan dalam-dalam karakter tokoh nomor di tulisanku tersebut, aku memberinya nama Intan. Pandangan aku alihkan ke layar handphone soal berita mengenai berita soal Direktur muda BUMN tadi.
Owwhh...so so so damn! karakter antara Intan dan Laylli Prihatiningtyas ini sama persis.
Seketika itu aku tambah merinding, terharu. Tanpa disadari ada air yg menetes dari mataku.
Mungkin terlihat sedikit cengeng atau bahkan lebay, tapi ini air mata yang pertama kalinya sejak yang terakhir kalinya saja aku sudah lupa itu kapan.
Sosok Laylli prihatiningtyas ini seolah-olah Intan dalam ceritaku yg muncul didunia nyata.
Yang padahal sebenarnya Intan ini hanyalah tokoh fiktif yang aku buat dan bahkan cenderung fiksi.
Aku katakan fiksi karena saat membuat karakter Intan ini cukup aku paksakan, aku mengambil dari karakter hanya yang bagus-bagusnya saja dari orang-orang yang kukenal. Dari Jiwa sosialnya dari “DM”, jiwa petualangnya “SM”, budaya tarinya “N”, gemar bolanya “AK” , keibuanya “RP”, logisny dari “DP”, sederhananya “PA”.
Dan satu lagi yg membuat Laylli Prihatingtyas bernilai lebih dari si Intan (yang aku anggap sempurna), Laylli Prihatiningtyas ini juga seorang pemimpin, itu yang tidak dipunyai oleh Intan(ku).
Dan semua tentang Laylli Prihatiningtyas ini membuatku jatuh cinta pada karakternya sejak artikel pertama yang kubaca.
Yap, jatuh cinta pada karakternya.
Jadi ini bukan harapan untuk menjadi pasangan, jodoh sudah ada yang mengatur.
Aku berharap suatu saat bisa sekedar bertemu dengan Tyas, tapi bukan bertemu karena diundang/datang ketempatnya berada sekarang atau dia ketempatku. Tapi bertemu entah itu digunung mana atau acara sosial apa atau tempat apapun dimanapun karena kita punya agenda yang sama ditempat tersebut.
See you somewhere, anywhere.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar