Jumat, 20 Desember 2013

Mitos Spesialis Runner-Up

Mitos Spesialis Runner-Up


Hey Timnas Indonesia U-23...

Terima kasih sudah memberikan kebahagiaan buat kami para Supporter. Karena sudah berhasil mengalahkan Malaysia dan melaju ke babak final. Dan telah membangkitkan kembali kepercayaan kami para Supporter bahwa kita bisa jadi juara. Terlebih musuh yang KITA hadapi pada saat semifinal adalah malaysia. Yang akhir-akir ini menjadi momok menakutkan bagi kami para Suppoerter Timnas.
Saya pribadi sebagai supporter Indonesia merasakan betapa menyakitkannya menyaksikan langsung pengalingan Medali Juara kepada Malaysia setelah menang Agregat di Final piala AFF 2010 di StadioN gelora Bung Karno.
Kemudian menyaksikan langsung juga Pengalungan medali Juara kepada Malaysia setelah mengalahkan KITA dalam adu Finalti dalam Sea Games 2011 yang lagi-lagi di Gelora Bung Karno. Betapa menyedihkannya saat itu.
Apalagi kedua saat itu AFF 2010 dan Sea Games 2011, sebagai supporter banyak sekali perjuangannnya untuk bisa menyaksikan langsung di Stadion GBK.
Pada Piala AFF 2010 saya satu antrian dengan korban meninggal pada saat berhari-hari mengantri untuk membeli tiket Final di GBK. Saat itu Indonesia bisa menang menghadapi Malaysia, tapi kalah dalam agregat Gol. Sungguh menyakitkan menyaksikan Malaysia dikalungi medali Juara di GBK.
Pada Sea Games 2011 saya sudah meng-antisipasi malasah pembelian tiket agar tidak sampai mengantri berhari-hari. Saya membelinya sejak penjualan tiket dibuka. Tapi, itu rupanya masih belum menyelesaikan masalah. Karena antusias Supporter saat itu sangat tinggi dan semua orang ingin menonton langsung di GBK, baik yang bertiket maupun yang kehabisan tiket semua berlomba-lomba ingin menonton langsung didalam GBK.
Alhasil, Antusias Supporter yang sangat tinggi versus penjagaan Pintu masuk GBK yang minim dan lamban, Jebolah pagar masuk kedalam GBK. Penonton bertiket dan tidak bertiket bisa masuk ke dalam Stadion. Sia-sialah tiket yang saya beli. Saya juga terpisah dari teman-teman saya, dan baru bertemu kembali dengan rombongan saat dirumah. Lagi-lagi saya satu barisan dengan korban meninggal saat itu. Indonesia kalah di final lewat adu Finalti dari Malaysia, itu yang lebih menyakitkan.