Senin, 08 Oktober 2012

Pemulung lebih mulia dari koruptor

Arah dari mampang menuju tugu tani di Jl.HR. Rasuna Said sama seperti biasa, padat. Kecepatan hanya sekitar 30 km/jam. Tapi setelah masuk ke jalur cepat di depan Atrium Kuningan motor bisa dipacu kencang (namanya juga jalur cepat). Karena akan ke Bakrie Tower (ada tender yang mesti didaftarkan hari ini) dan gedung tersebut ada diseberang jalan, maka harus putar balik di ujung Jalan HR.Rasuna Said.
Setelah putar balik di ujung, Sreett..."Ya ampuun" batinku, melihat semua kendaraan yang ada didepan ku berhenti (stuck), motor juga susah untuk selap selip diantara mobil.
"Pasti ada demo di KPK yang lagi hangat-hangatnya kisruh sama Polri" pikirku.
Setelah motorku merangsek (ciee bahasanya) ke depan selap selip diantara mobil, bener juga dugaanku demo di depan KPK yang menyebabkan macet.
Tapi ada yang unik dari demo di depan KPK siang ini, sesuatu yang membuatku trenyuh (apa yah bahasa indonesia nya). Yang demo di KPK siang ini adalah para pemulung. Terlepas dari mereka pemulung beneran atau jadi-jadian ada spanduk besar yang bertuliskan "PEMULUNG LEBIH MULIA DARI KORUPTOR" yang membuatku terharu.
Orang-orang yang selalu dipandang sebelah mata, diusir-usir saat masuk komplek, menjadi tertuduh saat ada jemuran atau sepatu hilang kini sedang menyuarakan isi hatinya.
Sebagai seorang yang pernah menjadi bagian dari mereka berbanggalah karena pekerjaan yang kalian lakukan halal, dan koruptor masih lebih rendahan dari kalian.

*foto diambil dari detik.com , karena sewaktu mau ambil foto sudah diusir oleh polisi*

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar